Quran Gallery Blog
Esai yang ditulis dari halaman cetak
Tulisan panjang tentang Al-Qur'an, salat, haji, dan kehidupan batin. Setiap pernyataan dirujuk ke edisi, jilid, dan halaman bernama, dan halaman itu terbuka di samping teks.
278 esai28 koleksi7 bahasasetiap kutipan membuka halaman cetak
Koleksi
Baca sesuai urutan
Esai-esai disusun dalam seri: haji yang dilalui langkah demi langkah, salat dari takbir pertama hingga salam, dan bulan puasa dari malam pertamanya hingga akhir. Mulai dari bagian satu.
- Bagian 1 → 18 A Journey Through Hajj 18 esai
- Bagian 1 → 9 A Journey Through Umrah 9 esai
- Bagian 1 → 8 Prepare for Hajj 8 esai
- Bagian 1 → 7 Delve Deep: The Goals of Hajj 7 esai
- Bagian 1 → 7 The Virtues & Etiquettes of Dua 7 esai
- Bagian 1 → 5 Strengthening Iman Through Dua 5 esai
- Bagian 1 → 5 Umrah 5 esai
- Bagian 1 → 4 Fasting 4 esai
- Bagian 1 → 3 Taste the Sweetness of Dua 3 esai
- Bagian 1 → 2 Madinah 2 esai
- 17 esai Journey Through Salah
- 11 esai Ruqyah
- 10 esai Before Salah
- 9 esai Pre Ramadan
- 9 esai During Salah
- 8 esai Iman in Ramadan
- 8 esai Palestine: A Quranic Lens
- 5 esai The Hereafter
- 5 esai Morning & Evening
- 5 esai Tasbih
- 4 esai Names of Allah
- 4 esai Istighfar
- 4 esai Etiquettes
- 4 esai Reflecting on the Ayat of Hajj
- 3 esai Virtues of Al-Aqsa
- 2 esai Muharram
- 2 esai Post-Ramadan
- 2 esai Post Hajj
Rabiulawal
Sedang musimnya
Delve Deep: The Goals of Hajj· Bagian 4 dari 7 Setiap Tahapan Ada Zikirnya: Jadwal Zikir Haji Menurut Al-Qur'an Ibadah haji tidak menyerahkan urusan zikir semata-mata pada kedisiplinan jemaah. Al-Qur'an mengaitkan zikir dengan titik-titik persinggahan tertentu—malam di Muzdalifah, penyembelihan kurban, hari-hari yang terbilang—dan Sunah memberikannya bentuk ucapan sejak momen ihram dimulai. Reflecting on the Ayat of Hajj Bukan Daging, Bukan Pula Darah: Makna Kurban Menurut Surah al-Hajj Empat ayat dalam Surah al-Hajj beranjak dari syariat yang dilakukan oleh setiap umat menuju salah satu pernyataan Al-Qur'an yang paling lugas tentang niat: daging dan darah hewan kurban tidak akan pernah sampai kepada Allah, melainkan takwa di balik amal tersebut. Jika disandingkan dengan tiga hadis tentang bagaimana kurban sebenarnya dilaksanakan, bagian ini tidak sekadar terasa seperti panduan ritual, melainkan sebuah penegasan makna di baliknya. Refleksi Setelah Sepuluh Hari Berlalu: Untuk Apa Sebenarnya Musim Ibadah Itu? Pada tanggal empat belas Dzulhijah, gema takbir telah mereda dan kalender kembali kosong. Bagi pembaca yang tidak pergi haji, sumber-sumber syariat mengukur musim ibadah ini dengan sesuatu yang tidak pernah tercatat dalam jadwal perjalanan — satu amal yang tetap bertahan setelah musim itu usai. A Journey Through Hajj· Bagian 5 dari 18 Baitullah yang Menjawab Doa: Apa yang Diminta Makkah dari Anda Saat Memasukinya Memasuki Makkah dan berdiri di hadapan Ka'bah adalah dua momen berbeda dalam satu ibadah haji — yang pertama adalah saat kesucian melipatgandakan ganjaran setiap amal, dan yang kedua adalah saat doa yang menyebutkan nama secara spesifik, yang dipanjatkan oleh seorang ayah di lembah tandus, kini terwujud tepat di hadapan Anda. Prepare for Hajj· Bagian 5 dari 8 Satu Amal, Berlipat Pahala: Cara Melipatgandakan Niat dalam Perjalanan Haji Dua jemaah haji bisa melakukan ritual yang sama persis namun pulang dengan pahala yang jauh berbeda, karena apa yang terjadi di dalam hati mereka, bukan karena perbedaan tindakan lahiriah. Inilah cara generasi awal Islam mengubah satu amal menjadi berlipat ganda—dan bagaimana Anda bisa melakukan hal yang sama di setiap tahapan perjalanan haji. Delve Deep: The Goals of Hajj· Bagian 5 dari 7 Tamu Allah di Setiap Pemberhentian: Doa Sepanjang Rangkaian Ibadah Haji Ibadah haji tidak hanya mengkhususkan doa pada satu hari panjang di Arafah. Di Bukit Shafa, di Masy'aril Haram Muzdalifah, hingga setelah melempar Jumrah Ula dan Wustha, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diriwayatkan berdiri dan berdoa di setiap pemberhentian tersebut—dan dalil-dalil yang ada secara jujur memaparkan di mana riwayat tersebut kuat dan di mana ia melemah. Artikel Iduladha Jauh dari Mina: Salat, Takbir, dan Hidangan yang Menanti Sebagian besar umat Islam tidak akan pernah berada di Mina pada tanggal sepuluh Zulhijah. Bagi mereka yang tidak ke sana, Iduladha adalah langkah kaki menuju tanah lapang, lantunan takbir yang menggema sepanjang jalan, dan sarapan yang sengaja ditunda hingga kurban usai—tiga amalan kecil yang berakar dari satu peristiwa besar. A Journey Through Hajj· Bagian 6 dari 18 Tawaf: apa yang ditetapkan oleh dalil, dan apa yang diserahkan kepada Anda Tujuh putaran tampak seperti ritual paling sederhana dalam ibadah haji. Namun, dalil-dalil menetapkan lebih banyak aturan daripada yang sering diceritakan—syarat kesucian, jalan cepat yang alasan asalnya sudah tidak berlaku, satu sudut yang dicium dan satu lagi yang hanya disentuh—serta membebaskan hampir semua doa yang diucapkan oleh jemaah. Prepare for Hajj· Bagian 6 dari 8 Haji Dimulai dari Rumah: Lima Kebiasaan yang Harus Dibangun Sebelum Berangkat Urusan visa, penerbangan, dan vaksinasi bisa diselesaikan beberapa minggu sebelum keberangkatan. Namun, bekal yang sebenarnya akan menopang Anda selama ibadah—ilmu, zikir, kesabaran, teman seperjalanan, dan doa—harus dibangun jauh sebelum itu, di rumah, saat keseharian Anda belum terasa seperti suasana haji. Delve Deep: The Goals of Hajj· Bagian 6 dari 7 Wujud Nyata Umat: Apa yang Haji Tuntut dari Anda Haji mengumpulkan jutaan orang beriman yang tidak memiliki kesamaan apa pun selain ikatan iman ke dalam satu pakaian, satu arah, dan satu rangkaian ibadah. Apa yang sebenarnya diwajibkan oleh perkumpulan itu untuk Anda lakukan terhadap saudara seiman yang berdiri di sebelah Anda? Artikel Bukan Daging, Bukan Pula Darah: Apa yang Sebenarnya Diminta dari Ibadah Kurban Bagi sebagian besar dari kita, kurban hanyalah mengisi formulir daring dan kulkas yang penuh dengan daging pada sore hari raya Iduladha. Ayat yang mengatur ibadah ini dengan tegas menepis anggapan tersebut — dan sumber-sumber lainnya juga merinci secara spesifik mengenai hewan, waktu, daging, serta hal-hal yang memang menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. A Journey Through Hajj· Bagian 7 dari 18 Antara Shafa dan Marwah: Pencarian yang Menjadi Syariat Sa'i adalah satu-satunya rukun haji yang meniru persis apa yang pernah dilakukan oleh seorang manusia. Sumber-sumber sejarah mencatatnya dengan lebih akurat daripada sekadar cerita turun-temurun — tentang di mana lari-lari kecil itu dimulai dan diakhiri, apa yang diucapkan di setiap bukit, dan apa yang sebenarnya sedang ia cari. Prepare for Hajj· Bagian 7 dari 8 Bugar untuk Rukun Kelima: Mempersiapkan Fisik Anda untuk Haji Haji adalah ibadah fisik — berjam-jam berjalan kaki, berdiri, dan berdesakan di tengah cuaca panas yang akan menyiksa tubuh jika tidak dipersiapkan. Berikut adalah cara membangun stamina, mengelola penyakit kronis, dan menyiapkan bekal perjalanan dari harta yang halal, berbulan-bulan sebelum Anda berangkat. Delve Deep: The Goals of Hajj· Bagian 7 dari 7 Sebuah Gladi Resik Hari Pengumpulan: Apa yang Diajarkan Haji tentang Hari yang Tak Bisa Dihindari Hukum-hukum haji diakhiri dengan perintah untuk mengingat bahwa Anda akan dikumpulkan di hadapan Allah. Mulai dari dua helai kain ihram yang sederhana hingga lautan manusia di Arafah dan perpisahan mendadak setelah dari Mina, inilah bagaimana ibadah haji menjadi gladi resik bagi Hari yang terus ditujunya. Artikel Hari-Hari yang Terbilang: Sejauh Mana Perintah Mengingat Allah Berlaku Satu ayat dalam rangkaian perintah haji di Al-Qur'an ditujukan kepada setiap pembaca, bukan hanya jemaah haji: ingatlah Allah pada hari-hari yang terbilang. Para mufasir klasik mencurahkan perhatian serius pada dua pertanyaan — tiga hari yang mana, dan sejauh mana cakupan zikir tersebut — dan jawaban mereka tetap relevan bagi kita yang tidak sedang berhaji. A Journey Through Hajj· Bagian 8 dari 18 Hari-hari antara Umrah dan Haji itu sengaja diciptakan, bukan sekadar sisa waktu Jeda antara selesainya umrah dan keberangkatan ke Mina bukanlah kebetulan jadwal — jeda ini tercipta dari sebuah perintah yang pada awalnya sangat berat untuk ditaati oleh para Sahabat. Inilah penjelasan sumber-sumber sahih tentang masa jeda tersebut, dan mana saja dari berbagai pahala masyhur terkait hari-hari itu yang benar-benar memiliki dasar kuat. Prepare for Hajj· Bagian 8 dari 8 Menjaga Haji Anda: Apa yang Sebenarnya Membuatnya Sia-sia Rafats, fusuk, dan jidal disebutkan dalam ayat yang sama yang mensyariatkan haji — perkataan kotor, kefasikan, dan perdebatan yang dapat mengosongkan makna ibadah ini, meskipun secara lahiriah jemaah telah menunaikan seluruh rukunnya. Apa sebenarnya cakupan dari ketiga hal tersebut, dan bagaimana menyakiti sesama jemaah, pamer perjalanan, serta harta haram merupakan perluasan dari peringatan yang sama. Artikel Tidak Semua Hari Sama: Sepuluh Hari yang Tak Membutuhkan Perjalanan Al-Qur'an bersumpah demi sepuluh malam tertentu, menyebut satu malam lebih baik dari seribu bulan, dan mengistimewakan satu waktu di hari Jumat. Wahyu tidak memandang waktu sebagai sesuatu yang datar — dan sepuluh hari yang baru saja dimulai ini adalah contoh terdekat dari pola yang terus berulang di sepanjang kalender. A Journey Through Hajj· Bagian 9 dari 18 Hari Tarwiyah: Makna Sebenarnya dari Tanggal Delapan Zulhijah Ibadah haji diawali dengan hari yang seolah tanpa kegiatan berarti — sekadar perjalanan ke Mina, mendirikan lima waktu salat, dan bermalam. Namun, literatur klasik sangat rinci membahas kekosongan ini, serta alasan mengapa hari tersebut dinamai dengan istilah yang berkaitan dengan persediaan air. Artikel Hari Arafah, Bagi Mereka yang Tidak Berada di Sana Tiga hal diminta dari setiap Muslim pada tanggal sembilan Zulhijah, bukan hanya bagi mereka yang wukuf di padang Arafah: puasa yang digambarkan dalam berbagai sumber dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, kalimat yang disebut sebagai doa terbaik, dan sebuah ayat yang turun tepat pada hari ini yang menurut seorang Yahudi kepada Umar, kaumnya pasti akan menjadikannya sebagai hari raya. A Journey Through Hajj· Bagian 10 dari 18 Sebuah Tenda di Namirah: Hari Arafah, Jam demi Jam Tanggal sembilan Dzulhijjah terekam sebagai sebuah jadwal yang rinci, bukan sekadar ringkasan — di mana beliau berkemah, shalat apa saja yang didirikan, ke arah mana beliau menghadap, dan bagaimana rupa langit saat beliau akhirnya bergerak. Menelusuri kembali hari itu dari riwayat-riwayat yang mencatatnya. Artikel Tiga Belas Hari Zulhijah: Amalan Harian bagi Anda yang Berada di Rumah Anjuran amalan di "sepuluh hari pertama Zulhijah" sering kali muncul dalam bentuk daftar tanpa tanggal—puasa, takbiran, larangan memotong kuku, dan salat Id. Artikel ini menyusun ketiga belas hari tersebut layaknya sebuah kalender bagi pembaca yang tidak berangkat haji tahun ini: setiap harinya hanya memuat amalan yang benar-benar ditetapkan oleh dalil pada hari tersebut. A Journey Through Hajj· Bagian 11 dari 18 Khotbah Wada': Apa yang Sebenarnya Disampaikan, dan dari Mana Asal Setiap Kalimatnya Pidato yang paling sering dikutip dalam sejarah Islam juga merupakan salah satu yang paling tidak akurat pengutipannya. Membedah Khotbah Wada' klausa demi klausa dan mengembalikan setiap bagiannya ke halaman cetak tempat ia diriwayatkan. Artikel Hari-hari Tasyrik: Nama yang Diperdebatkan, dan Puasa yang Terlarang Tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah menyandang nama yang tak pernah disepakati oleh para ahli bahasa, puasa yang diharamkan dengan satu pengecualian sempit, dan batas waktu kurban yang berakhir pada hari yang berbeda tergantung mazhab mana yang Anda ikuti. Tak satu pun dari hal ini mengharuskan wukuf di mana pun.




























