Tag
dhul-hijjah
14
posts tagged dhul-hijjah
- Articles Baca 5 menit
Rahasia Doa: Menghadap Allah Tanpa Membawa Apa Pun Kecuali Rasa Butuh
Seorang nabi dalam pelarian yang memohon "kebaikan apa pun" yang mungkin diberikan oleh orang asing, dan seorang musafir berdebu yang menangis berseru "Ya Rabb, Ya Rabb" dengan tangan menengadah — dua gambaran nyata tentang bagaimana rasanya tidak memiliki apa-apa lagi untuk dibawa kepada Allah selain rasa butuh itu sendiri.
- Reflections Baca 8 menit
Kalimat yang Kita Ucapkan di Sepuluh Hari Pertama, dan Siapa yang Pertama Kali Mengucapkannya
Ucapkan "Allāhu akbar" di sepuluh hari ini dan Anda sebenarnya sedang mengutip perkataan seseorang — biasanya seorang Sahabat, dan jarang dari orang yang sama. Sumber-sumber klasik secara terbuka menjelaskan milik siapa sebenarnya kalimat-kalimat ini.
- Articles Baca 8 menit
Pahala Haji Tanpa Perjalanan: Lima Riwayat, Diperiksa Satu per Satu
Lima riwayat menjanjikan pahala Haji atau Umrah untuk amal-amal biasa — duduk berzikir setelah Subuh, berjalan ke masjid untuk menuntut ilmu, umrah di bulan Ramadan, hingga berbakti kepada orang tua. Setiap riwayat ditelusuri hingga ke halaman sumbernya, derajat keabsahannya disebutkan sesuai sumber aslinya, beserta satu pengecualian mutlak yang tidak bisa diabaikan.
- Articles Baca 6 menit
Ucapkan dengan Lantang: Zikir yang Sebenarnya Paling Dianjurkan di Sepuluh Hari Ini
Sebagian besar ibadah di sepuluh hari pertama Zulhijah membutuhkan tiket pesawat. Namun, ada satu amalan yang tidak memerlukannya — dan dua orang sahabat mencontohkannya bukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan dengan lantang di pasar, sampai-sampai orang asing pun ikut melafalkannya bersama mereka.
- Reflections Baca 6 menit
Setelah Sepuluh Hari Berlalu: Untuk Apa Sebenarnya Musim Ibadah Itu?
Pada tanggal empat belas Dzulhijah, gema takbir telah mereda dan kalender kembali kosong. Bagi pembaca yang tidak pergi haji, sumber-sumber syariat mengukur musim ibadah ini dengan sesuatu yang tidak pernah tercatat dalam jadwal perjalanan — satu amal yang tetap bertahan setelah musim itu usai.
- Articles Baca 7 menit
Iduladha Jauh dari Mina: Salat, Takbir, dan Hidangan yang Menanti
Sebagian besar umat Islam tidak akan pernah berada di Mina pada tanggal sepuluh Zulhijah. Bagi mereka yang tidak ke sana, Iduladha adalah langkah kaki menuju tanah lapang, lantunan takbir yang menggema sepanjang jalan, dan sarapan yang sengaja ditunda hingga kurban usai—tiga amalan kecil yang berakar dari satu peristiwa besar.
- Articles Baca 10 menit
Bukan Daging, Bukan Pula Darah: Apa yang Sebenarnya Diminta dari Ibadah Kurban
Bagi sebagian besar dari kita, kurban hanyalah mengisi formulir daring dan kulkas yang penuh dengan daging pada sore hari raya Iduladha. Ayat yang mengatur ibadah ini dengan tegas menepis anggapan tersebut — dan sumber-sumber lainnya juga merinci secara spesifik mengenai hewan, waktu, daging, serta hal-hal yang memang menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama.
- Articles Baca 8 menit
Hari-Hari yang Terbilang: Sejauh Mana Perintah Mengingat Allah Berlaku
Satu ayat dalam rangkaian perintah haji di Al-Qur'an ditujukan kepada setiap pembaca, bukan hanya jemaah haji: ingatlah Allah pada hari-hari yang terbilang. Para mufasir klasik mencurahkan perhatian serius pada dua pertanyaan — tiga hari yang mana, dan sejauh mana cakupan zikir tersebut — dan jawaban mereka tetap relevan bagi kita yang tidak sedang berhaji.
- Articles Baca 8 menit
Tidak Semua Hari Sama: Sepuluh Hari yang Tak Membutuhkan Perjalanan
Al-Qur'an bersumpah demi sepuluh malam tertentu, menyebut satu malam lebih baik dari seribu bulan, dan mengistimewakan satu waktu di hari Jumat. Wahyu tidak memandang waktu sebagai sesuatu yang datar — dan sepuluh hari yang baru saja dimulai ini adalah contoh terdekat dari pola yang terus berulang di sepanjang kalender.
- Articles Baca 7 menit
Hari Arafah, Bagi Mereka yang Tidak Berada di Sana
Tiga hal diminta dari setiap Muslim pada tanggal sembilan Zulhijah, bukan hanya bagi mereka yang wukuf di padang Arafah: puasa yang digambarkan dalam berbagai sumber dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, kalimat yang disebut sebagai doa terbaik, dan sebuah ayat yang turun tepat pada hari ini yang menurut seorang Yahudi kepada Umar, kaumnya pasti akan menjadikannya sebagai hari raya.
- Articles Baca 11 menit
Tiga Belas Hari Zulhijah: Amalan Harian bagi Anda yang Berada di Rumah
Anjuran amalan di "sepuluh hari pertama Zulhijah" sering kali muncul dalam bentuk daftar tanpa tanggal—puasa, takbiran, larangan memotong kuku, dan salat Id. Artikel ini menyusun ketiga belas hari tersebut layaknya sebuah kalender bagi pembaca yang tidak berangkat haji tahun ini: setiap harinya hanya memuat amalan yang benar-benar ditetapkan oleh dalil pada hari tersebut.
- Articles Baca 8 menit
Hari-hari Tasyrik: Nama yang Diperdebatkan, dan Puasa yang Terlarang
Tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah menyandang nama yang tak pernah disepakati oleh para ahli bahasa, puasa yang diharamkan dengan satu pengecualian sempit, dan batas waktu kurban yang berakhir pada hari yang berbeda tergantung mazhab mana yang Anda ikuti. Tak satu pun dari hal ini mengharuskan wukuf di mana pun.
- Articles Baca 12 menit
Sepuluh Hari Tanpa Rencana Perjalanan: Apa yang Sebenarnya Diminta Dzulhijjah dari Anda
Sebagian besar tulisan tentang sepuluh hari pertama Dzulhijjah menggambarkan ibadah haji yang mungkin tidak akan pernah dilakukan oleh kebanyakan pembaca. Sumber-sumber yang ada justru menyebutkan daftar amalan yang jauh lebih singkat dan unik bagi mereka yang tidak berhaji — puasa, takbir, kurban yang dibayar dari jauh, sedekah, Al-Qur'an, serta kewajiban-kewajiban yang sudah biasa Anda lakukan — dan memberikan alasan, bukan sekadar instruksi, untuk masing-masing amalan tersebut.
- Articles Baca 7 menit
Sepuluh Hari Dzulhijjah: Apa yang Sebenarnya Dikatakan oleh Dalil
"Sepuluh hari terbaik dalam setahun" begitu sering diulang hingga terdengar seperti mitos belaka. Pernyataan ini bersandar pada sebuah sumpah di dalam Al-Qur'an dan satu riwayat nabawi — yang dibahas di sini dari kalimat ke kalimat, termasuk poin di mana para mufasir saling berbeda pendapat mengenai sepuluh malam mana yang sebenarnya dijadikan sumpah.