Quran Gallery Koleksi
Taste the Sweetness of Dua
3 esai dalam urutan baca. Mulai dari bagian satu.
3 esaiBaca sesuai urutan
Taste the Sweetness of Dua Terlalu Tergesa-gesa Meminta: Mengapa Doa Dimulai dengan Pujian Seorang pria berdoa dalam salatnya dan langsung meminta sebelum memuji Allah. Penilaian singkat Nabi—"tergesa-gesa"—bukanlah soal tata krama. Ini adalah penegasan tentang fungsi sebenarnya dari sebuah pujian sebelum permintaan diucapkan, dan mengapa ia harus ditempatkan di awal. Taste the Sweetness of Dua Nama Teragung Bukanlah Sebuah Kata Sandi Dua orang pria berdoa dengan kata-kata yang hampir sama sekali berbeda, dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan penilaian yang sama kepada keduanya: masing-masing telah memohon kepada Allah dengan Nama-Nya yang paling agung. Kesamaan dari kedua doa tersebut sebenarnya bukanlah pada kalimat yang harus dihafal, melainkan pada cara mereka berbicara kepada-Nya. Taste the Sweetness of Dua Tangan Kosong di Hadapan Allah: Mengapa ʿUbudiyyah Adalah Rahasia di Balik Doa Doa sering kali dianggap sekadar teknik yang harus dilakukan dengan benar, bukan sebagai sikap batin yang harus dihayati. Tulisan ini menelusuri makna ʿubudiyyah—pengakuan tulus seorang hamba bahwa ia tidak memiliki apa-apa—mulai dari perintah Al-Qur'an untuk berdoa dengan rendah hati, hadis qudsi di mana Allah mengundang hamba-Nya untuk meminta segalanya, hingga momen ketika seorang nabi yang tengah dalam pelarian menyebut dirinya sangat fakir.
