Quran Gallery Koleksi
Names of Allah
4 esai tentang satu tema, sesuai urutan yang ditetapkan seri.
4 esai
Names of Allah Serulah Dia dengan Nama-Nama Itu: Makna di Balik Nama-Nama yang Allah Sematkan untuk Diri-Nya Nama yang diberikan orang tua kepada bayi yang baru lahir menggambarkan sosok yang belum benar-benar mereka kenal. Nama-nama Allah adalah kebalikannya—sebuah penyingkapan diri dari Dzat yang Maha Mengetahui tentang diri-Nya—dan Al-Qur'an memerintahkan orang beriman untuk menyeru-Nya dengan nama-nama tersebut. Inilah makna di balik perintah itu, jauh melampaui sekadar menghafal daftar sembilan puluh sembilan kata. Names of Allah Mengapa al-Kabir dan al-Azim Tidak Pernah Disebutkan Berdampingan Al-Kabir (Yang Maha Besar) dan al-Azim (Yang Maha Agung) hampir selalu disebut sebagai pasangan yang serasi — namun Al-Qur'an sendiri tidak pernah sekalipun menyandingkan kedua nama tersebut. Keduanya justru dipasangkan dengan nama ketiga, al-Aliyy (Yang Maha Tinggi), dalam ayat-ayat yang memiliki pola serupa. Tulisan ini menelusuri makna di balik penyandingan tersebut, serta apa yang dituntutnya dari seorang hamba yang bersujud di hadapan-Nya. Names of Allah Al-Ḥalīm: Kekuatan yang Memilih untuk Tidak Menghukum Al-Ḥalīm, Yang Maha Penyantun, menggambarkan kekuatan yang menahan hukuman meski memiliki hak penuh untuk menjatuhkannya. Al-Qur'an menyebutkan nama ini hanya bersanding dengan pengetahuan atau ampunan, tidak pernah dengan ketidaktahuan — sebuah pasangan nama yang menuntut sesuatu yang spesifik dari siapa pun yang mengaku mengimaninya. Names of Allah Pergi dengan Perut Kosong, Pulang dalam Keadaan Kenyang: Apa yang Al-Wakil Minta dari Hamba yang Bertawakal Kepada-Nya Seekor burung tidak menunggu makanannya datang di dalam sarang; ia pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang — perumpamaan dari Nabi untuk sebuah tawakal yang diiringi ikhtiar. Al-Wakil, nama bagi Zat tempat segala urusan pada akhirnya diserahkan, tidak meminta hamba-Nya untuk berhenti melangkah, berencana, atau bekerja. Nama ini justru mempertanyakan di mana keyakinan itu diletakkan setelah semua rencana dan usaha telah ditunaikan.
