Reflections
Mereka yang Menjadi Keluarga Al-Qur'an
Sebuah hadis dalam Sunan Ibnu Majah menyebut "ahlul qur'an" sebagai keluarga Allah—dan sebuah ayat dalam Surah Al-Isra' menjelaskan mengapa bacaan yang sama bisa menjadi penyembuh atau justru membawa kerugian bagi seseorang.
- Penulis
- The Quran Gallery team
- Dipublikasikan
- Waktu baca
- Baca 1 menit
Mushaf yang dibaca setiap hari selama setahun akan terlihat berbeda dari yang masih terbungkus rapi: punggung bukunya lebih lentur, ujung halamannya lusuh karena sering disentuh, dan pita pembatasnya berpindah-pindah. Tanda-tanda keausan itu adalah bukti bahwa ia sering dibaca, bukan sekadar pajangan.
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.
Dua hasil yang berbeda dari satu bacaan yang sama. Perbedaannya tidak pernah terletak pada bunyi kata-katanya. Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) memberikan sebutan khusus bagi mereka yang terus kembali membacanya:
إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنْ النَّاسِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ “Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka?” Beliau menjawab, “Mereka adalah ahlul qur’an—keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.”
— Sunan Ibnu Majah, halaman cetak 1/146 dari , dinilai hasan dalam catatan pentahkik.
Termasuk dalam golongan mereka bukanlah sekadar soal memiliki mushaf, melainkan tentang kebiasaan membukanya.
Mulailah, atau kembalilah, membaca Al-Qur’an di /quran. Beri tahu kami jika ada kesalahan pemahaman di sini—kami lebih suka dikoreksi daripada mengulangi kesalahan. Semoga Allah menjadikan kita bagian dari keluarga Kitab-Nya.